Selasa, 07 Mei 2013
di
01.37
|
Episode 1(Perlengkapan Kamera)
Ø Kru reporter TV umumnya terdiri dari seorang reporter dan seorang kamerawan.
Ø Reporter bertindak sebagai produser lapangan, mengarahkan narasumber dan kamerawan.
Ø Perangkat dasar yang perlu untuk syuting dilapangan adalah : kamera, tripod, lampu kamera, dan mikrofon.
Ø Apapun jenis kamera apa saja yang nda gunakan, anda akan menemukan bagian dan fumgsi-fungsi utama yang sama.
Ø Lensa kamera menentukan apa yang dapat dilihat oleh kamera.
Ø Bila gambar tidak jelas, ini kita sebut “out of focus” atau gambar tidak focus.
Ø Fungsi
utama dari zoom adalah untuk menyesuaikan ukuran gambar yang akan
direkam, bukan untuk menampilkan ukuran yang sebenarnya.
Ø Bila bukaan cahaya ini terlalu lebar, gambar akan terbakar. (Diafragma)
Ø Keseimbangan cerah putih, menunjukkan kepada kamera apa itu putih.
Ø Bila
warna gambar dari sebuah obyek ternyata tidak sama dengan yang terlihat
oleh mata terlanjang, ini berarti cerah putihnya belum disesuaikan
dengan benar
.
Episode 2 (Pengambilan Gambar)
Ø Materi yang belum diedit disebut bahan mentah.
Ø Very long shot (VLS) atau gambar sangat jauh menunjukan keseluruhan subjek ditamba ruangan dimana dia berada.
Ø long shot (LS) atau gambar jauh memperlihatkan keseluruhan tubuh manusia , dari kepala hingga kaki.
Ø Medium long shot (MLS) atau gambar menegah jauh menunjukan pada gambar dari kepala gingga sedikit bawah lutut.
Ø Mid shot (MS) atau gambar menengah menunjukan pada gambar dari kepala hingga pinggang.
Ø Medium close-up (MCU) atau gambar setengah dekat memperlihatkan bagian kepala dan pundak.
Ø Close-up (CU) atau gambar dekat memperlihatkan bagian kepala saja.
Ø Big close-up (BCU)atau gambar sangat dekat memenuhi layar dengan bagian dari wajah subjek.
Ø Ketika mem-film-kan gerakan mak focus dari close up adalah gerakan tersebut.
Ø Gambar menengah, lebih untuk menunjukan subyek yang melakukan gerakan.
Ø Sebuah gambar yang sangat jauh akan memberikan panorama dari kejadian yang drekam.
Ø Bila
kamera merekam keadaan sekelilingnya pengambilan sudut lebar/wide angle
akan memberikan pemandangan dari keseluruhan lingkungan obyek.
Ø Pengambilan gambar dengan 2 subyek didalamnya terlepas dari ukuran pengambilannya, disebut two shot.
Ø Gerakan horizontal/mendatar dinamakan PAN.
Ø Sedangkan gerakan vertical dinamakan TILT.
Ø Pengambilan gambar yang mendekat ke obyek dengan menggunakan zoom dinamakan zoom in.
Ø Sebaliknya pengambilan obyek dengan menggunakan zoom, dinamakan zoom out.
Ø Sangat sulit menulis script untuk gerakan kamera yang tanpa tujuan.
Ø Usahakan menggunakan gerak kamera yang memiliki tujuan tertentu.
Ø Jika merkam gerak kamera dengan tujuan tertentu biarkan subyek masuk kedalam pengambilan gambar.
Ø Ketika kamera bergerak parallel dengan tanah, kita memdapatkan pengambilan gambar trakking.
Episode 3 (M enggambungkan Gambar)
Ø Jika
pengambilan gambar dilakukan dengan menggunakan metode tringulasi,maka
pusat perhatian berada pada pucuk paling atas dari garis segitiga
imajiner tersebut.
Ø Sedangkan elemen kunci lainya ditempatkan pada dasar segitiga.
Ø Aturan
golden mean menurut agar pusat perhatian dari objek berada atau jatuh
pada garis kotak paling tengah yang membagi layar kedalam ketiga bagian.
Ø Sebuah
gedung akan terlihat lebih bagus juka pengambilan gambarnya dilakukan
dari salah satu sudut ketimbang dari depanya langsung.
Ø Selalu sisakan ruang diatas kepala , tapi ini tidak berlaku untuk pengambilan gambar yang sangat dekat.
Ø Berikan ruang arah yang cukup bila seseorang menunjukan atau melihat ke suatu arah.
Ø Ketika mengambil gambar seseorang yang bergerak maka ruang berubah menjadi ruang arah berjalan.
Ø Gambar dekat dan sangat dekat merupukan elemen utama dalam bahasa gambar televisi.
Episode 4 (Ruangan)
Ø Tiga elemen utama ( system televise, metode perekaman, format pita kaset)
Ø Ruang edit adalah dimana gambar video disatukan dalam urutan dan panjang yang di butuhkan dan suara reporter dimasukan.
Ø Tiga system tv yang berlaku didunia (PAL,NTSC,SECAM)
Ø Metode perekaman ada 2 (analog dan digital)
Ø Trek audio 1 : suara dalam suara
Ø Trek audio 2 : suara latar belakang
Ø Trek video : video
Ø Trek control : mode waktu
Episode 5 ( Sekuen Dan Kontinuitas)
Ø Kumpulan dari gambar gambar dalan 1 gerakan yang sama dinamakan sekuen.
Ø Sebuah gambar permanen menunjukan dimana kejadian itu berlangsung atau tentang apakah cerita tersebut.
Ø Dalam
sekuen yang diarahkan anda meminta subjek untuk mengulang gerakanya
kamerawan memfilmkan nya dalam posisi dan ukuran gambar yang berbeda.
Ø Karawan
haruslah menyediakan titik perpindahan gambar untuk editor karna itu ia
harus membiarkan objeknya masuk dan keluar dari frame kamera.
Ø Jika anda tidak ingin membingungkan penonton anda harus menguasai kontinu gambar.
Ø Kontinuitas gambar untuk subjek yang bergerak disebut kontinuitas gerak.
Ø Kontinuitas untuk gambar subjek dalam satu rangkaian aktifitas dinamakan prop continuity.
Ø Ketika
memfilmkan suatu gerakan bersamaan dengan kejadianya kamerawan harus
dapat memanfaatkan setiap posisi kamera dan mengambil sebanyak mungkin
gambar dalam ukuran berbeda.
Ø Setiap kali pangambilang gambar haruslah direkam minimal 10 detik , ini untuk memberikan pilihan bagi editor gambar.
Ø Untuk menghindari pemindahan gambar meloncat editor memrlukan gambar sela.
Ø Gambar sela umumya merupakan rahasia dari bagaimana bercerita melalui gambar dari itulah televisi.
Episode 6 (Menyebrangi Garis)
Ø Garis arah gerakan adalah garis imajiner yang di tentukan oleh arah mana subyek bergerak.
Ø Jika kamerwan menyebrangi garis maka hasil editingnya akn tampak salah.
Ø Menyebrangi garis” membingung kan penonton.
Ø Anda bisa menghindarinya dengan memasukan sebuah gambaryag diambil tepat dari garis arah gerakan.
Episode 7 (Mewawancarai Dengan 1 Kamera)
Ø Ketika mengambil garis gambar untuk wawancara maka mata narasumber haruslah ditempatkan didaerah 1/3 bidang layar dari atas.
Ø Garis mata adalah kemana narasumber menghadap.
Ø Untuk mendapatkan garis mata terbaik, reporter harus berada sedekat mengkin dengan lensa camera.
Ø Bia menggunakan mikrofon genggam kita harus memastikan mikrofon ini tidak muncul dalam camera.
Ø Jika menggunakan mikrofon jepit pastikan kabelnya tidak terlihat.
Ø Latar belakang yang baik akan menampil kan kekuatan sebuah wawancara.
Ø Nara sumber tidak boleh ditempatkan membelakangi sember cahaya.
Ø Saat wawancarapertama-tama kita merekekam jawaban nara sumber.
Ø Jika
reporter ingin merekam pertanyaan yang diantarkan kita harus berpindah
posisi dengan mengubah dengan memindahkan camera ke sisi narasumber.
Ø Bilamana
kita menyebrangi garis arah gerak ketika wawancara maka gambar reporter
dan narasumber akan tampak memandang ke arah yang sama.
Ø Kita hendaknya mengambil gambar – gambar penyela guna menghindari gambar meloncat saat melakukan editing.
Diposting oleh
Unknown


0 komentar:
Posting Komentar